Tampilkan postingan dengan label SURVIVAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SURVIVAL. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Agustus 2009

SURVIVAL

Survival adalah keadaan dimana diperlukan perjuangan untuk bertahan hidup. survival merupakan kehidupan dengan waktu mendesak untuk melakukan improvisasi yang memungkinkan. kuncinya adalah menggunakan otak untuk improvisasi.

Statistik membuktikan hampir semua situasi survival mempunyai batasan waktu yang singkat hanya 3 hari atau 72 jam bagi orang hilang, dan yang mampu bertahan cukup lama tercatat sangat sedikit sekitar 5 persen itupun karena pengetahuan dan pengalamannya. Dalam situasi survival janganlah tergesa-gesa menentukan prioritas survival karena dapat berakibat salah, gagasan kaku yang tidak boleh ditawar-tawar juga akan berakibat fatal. Ketepatan memutuskan dengan didukung pengalaman dan hasil diskusi dapat menguntungkan. karena situasi darurat perlu pertimbangan dan sikap tegas dalam mencapai tujuan akhir. Dalam keadaan survival diperlukan pengetahuan terhadap kondisi dan kebutuhan tubuh, bukan mutlak mengerti secara fisik tetapi memahami reaksi atau dampak akibat pengaruh lingkungan. menggunakan pengetahuan dalam usaha mengatur diri saat keadaan darurat adalah kunci dari survival. pengaturan disini adalah memelihara ketrampilan dan kemampuan untuk mengontrol sumber daya didalam diri dan kemampuan memecahkan persoalan, bila pengaturan keliru, tidak hanya badan terganggu akan tetapi dapat langsung berdampak terhadap kemampuan untuk tetap hidup. Memahami jenis kebutuhan hidup yang menjadi prioritas sangat menguntungkan didalam situasi survival.

Dalam kondisi survival tantangan yang sangat dominan adalah sikap mental atau psikologis untuk mencari kebutuhan tubuh dan untuk memperolehnya dibutuhkan gagasan-gagasan dengan dasar pertimbangan dari pengalaman atau pendidikan yang pernah diikutinya, pengalaman hidup dengan resiko tinggi dan aktivitas menantang terbukti dapat membuat orang belajar untuk berbuat yang lebih baik dan melakukan adaptasi efektif.

Kebutuhan dasar hidup manusia sebenarnya sangat sederhana, bagaimana ribuan tahun yang lalu manusia tidak mempunyai pakaian, rumah, mobil, makan tiga kali sehari setiap hari. tetapi mereka dapat tetap bertahan hidup. daftar barang-barang yang dibutuhkan untuk hidup dan berapa lama orang itu bisa hidup tanpa perlengkapan itu sangatlah bervariasi dengan berbagai pertimbangan.
berikut adalah contoh susunan prioritas dalam keadaan survival :

1. Tentunya yang paling utama adalah udara. bernafas dilakukan setiap detik untuk bertahan hidup oleh karena itu udara mendapat prioritas utama untuk bertahan hidup. survival tanpa udara umumnya hanya bertahan selama 3 sampai 5 menit.

2. Selanjutnya dibutuhkan perlindungan, dari cuaca buruk dan keganasan alam. sejak keberadaannya manusia dibatasi lingkungannya sendiri mulai dari temperatur yang sangat berpengaruh pada tubuh. untuk itu diperlukan sesuatu yang dapat melindunginya contohnya api yang dapat menghangatkan dan menjaga temperatur tubuh, jika tidak ada rumah, tenda atau gua. api dapat dimasukkan kedalam prioritas kedua

3. Istirahat, sepele namun dibutuhkan, dengan istirahat jaringan tubuh akan terbebas dari CO2, asam dan pemborosan lain. istirahat yang dimaksud adalah istirahat fisik dan juga mental. sebab stress dapat mengurangi kemampuan untuk bertahan. dengan demikian istirahat dapat dimasukkan kedalam prioritas ketiga.

4. Air. kehilangan cairan dan kondisi air yang tidak dapat diminum adalah persoalan didalam survival. tubuh manusia kira-kira terdiri dari 2/3 jaringan yang mengandung air. dan merupakan bagian sistem sirkulasi di dalam organ tubuh. air dapat menjaga suhu tubuh, memperlancar buang air dan mencerna makanan. kondisi lingkungan yang exstrem tanpa air dapat mengurangi kemampuan bertahan hidup hingga tiga hari. sehingga air dapat dimasukkan kedalam prioritas keempat. sangatlah bijaksana apabila pemakaian air dapat dihemat.

5. Tubuh manusia membutuhkan makanan tiga kali sehari. tetapi sementara banyak manusia di benua lain hanya dapat makan sekali sehari atau bahkan tidak makan berhari-hari. catatan menunjukkan bahwa tanpa makanan survivor dapat bertahan selama 40 sampai 70 hari. keharusan untuk mendapatkan makanan adalah prioritas terakhir dalam survival. penghematan energi adalah salah satu cara untuk mengimbangi kekurangan makanan.

Sikap dalam Survival
Sikap cepat tanggap dalam keadaan darurat sangat diperlukan. Setiap orang harus dapat berbuat yang terbaik dalam memprioritaskan pandangan terhadap lingkungan darurat. hal ini tidak mudah karena sikap ini perlu latar belakang pengetahuan dan keterampilan. bila semua prioritas telah diperoleh, tetapi masih kehilangan kemauan untuk hidup atau kemampuan untuk menguasai mental yang disebabkan kondisi fisik, maka akhirnya akan hilang sama sekali. kondisi yang demikian sangat membahayakan dan bahkan sesuatu yang menguntungkan pun akan dibuangnya. juga yang perlu diingat janganlah meremehkan sesuatu yang anda lihat. sikap mental positif sangat diperlukan untuk menganalisa semua yang bertentangan dengan tubuh.

Apa saja yang berguna dalam menghadapi situasi survival dapat dilihat dalam dua persoalan :
1. Kesiapan mendiskusikan dengan jelas apakah anda ingin hidup ?, ungkapan yang sederhana. Secara naluriah manusia mempunyai insting untuk menjaga diri. Banyak kegiatan survival yang menunjukkan adanya jalan keluar dari periode fisik ekstrem dan mental stress ke posisi tenang. sadar atau tidak orang mempunyai kekuatan untuk dirinya sendiri terhadap kematian. oleh karena itu setiap orang juga mempunyai kekuatan untuk dirinya sendiri terhadap kehidupan.

2. Kemampuan untuk memecahkan persoalan, hal ini didapat jika kita mampu mempertahankan kondisi tubuh. sebagai contoh : tubuh manusia bekerja optimum dengan temperatur 37 derajat C. mengabaikan temperatur lingkungan akan menyebabkan penyempitan susunan fungsi inti didalam tubuh yang efektivitasnya tinggi. yang pada akhirnya akan mengganggu peredaran darah, menurunkan aktivitas sel, dan akhirnya otak cepat kehilangan hubungan dengan realitas, akhirnya bertindak irrasional berbarengan dengan turunnya koordinasi yang akhirnya berakibat fatal. pengetahuan dan pengalaman tidak ada artinya kalau tubuh hanya bekerja dengan separuh kemampuannya. penghematan sumberdaya seperti energi, panas dan air adalah penting.

Membuat Bivak (Shelter)
Tujuan : untuk melindungi dari angin, panas, hujan, dingin
Macam :
Gua : Bukan tempat persembunyian binatang
Tidak ada gas beracun
Tidak mudah longsor
b. Shelter buatan dari alam
c. Shelter buatan
Syarat bivak :
• Hindari daerah aliran air
• Di atas shelter tidak ada dahan pohon mati/rapuh
• Bukan sarang nyamuk/serangga
• Bahan kuat
• Jangan terlalu merusak alam sekitar
• Terlindung langsung dari angin
Mengatasi Gangguan Binatang
a. Nyamuk
b. Laron
c. Lebah
Apabila disengat lebah :
d. Lintah
Apabila digigit lintah :
• Teteskan air tembakau pada lintahnya
• Taburkan garam di atas lintahnya
• Teteskan sari jeruk mentah pada lintahnya
e. Semut
f. Kalajengking dan lipan
g. Ular
Pembahasan lebih lanjut dalam materi EMC
Membuat Perangkap (Trap)
Macam-macam trap :
Membaca Jejak
Jenis :
Jejak alami biasanya menyatakan tentang :
Membaca jejak alami dapat diketahui dari :
Air
Seseorang dalam keadaan normal dan sehat dapat bertahan sekitar 20 – 30 hari tanpa makan, tapi orang tsb hanya dapat bertahan hidup 3 - 5 hari saja tanpa air.
Air yang tidak perlu dimurnikan :
Tampung dengan ponco atau-daun yang lebar dan alirkan ke tempat penampungan
Potong setinggi mungkin lalu potong pada bagian dekat tanah, air yang menetes dapat langsung ditampung atau diteteskan ke dalam mulut
Air yang terdapat pada bunga (kantung semar) dan lumut
Air yang harus dimurnikan terlebih dahulu :
1. Air sungai besar
2. Air sungai tergenang
3. Air yang didapatkan dengan menggali pasir di pantai (+ 5 meter dari batas pasang surut)
4. Air di daerah sungai yang kering, caranya dengan menggali lubang di bawah batuan
5. Air dari batang pisang, caranya tebang batang pohon pisang, sehingga yang tersisa tinggal bawahnya lalu buat lubang maka air akan keluar, biasanya dapat keluar sampai 3 kali pengambilan
Makanan
Patokan memilih makanan :
Hubungan air dan makanan
Tumbuhan yang dapat dimakan
Dari batangnya :
Dari daunnya :
Akar dan umbinya :
Buahnya :
Tumbuhan yang dapat dimakan seluruhnya :
Ciri-ciri jamur beracun :
Binatang yang bisa dimakan
Binatang yang tidak bisa dimakan
Api
Bila mempunyai bahan untuk membuat api, yang perlu diperhatikan adalah jangan membuat api terlalu besar tetapi buatlah api yang kecil beberapa buah, hal ini lebih baik dan panas yang dihasilkan merata.
Fokuskan sinar pada satu titik dimana diletakkan bahan yang mudah terbakar.
Cara ini adalah cara yang paling susah, caranya dengan menggesek-gesekkan dua buah batang kayu sehingga panas dan kemudian dekatkan bahan penyala, sehingga terbakar
Buatlah busur yang kuat dengan mempergunakan tali sepatu atau parasut, gurdikan kayu keras pada kayu lain sehingga terlihat asap dan sediakan bahan penyala agar mudah tebakar.
Bahan penyala yang baik adalah kawul terdapat pada dasar kelapa, atau daun aren
Survival kit
Ialah perlengkapan untuk survival yang harus dibawa dalam perjalanan :

PERLENGKAPAN SURVIVAL

Yang dimaksud dengan checklist didalam kegiatan berkemah adalah daftar kelengkapan dan perlengkapan perorangan maupun regu. Biasakanlah membuat daftar perlengkapan(Cheklist) sebagai usaha mengecek sekurang-kurang yang mungkin ada, setiap orang mungkin mempunyai perlengkapan yang berbeda, tetapi fungsinya bisa sama. Sebagai patokan minimal, daftar perlenkapan dibawah ini bisa dipergunakan :
A. Perlengkapan
1. Perlengkapan jalan
Ransel + Plastik sampah hitam besar; Penutup ransel (cover bag); Pakaian jalan; T-shirt/ kemeja lapangan; Celana Panjang lapangan; Gesper; Sepatu Hiking + kaos kaki; Topi Rimba/pet; Jas Hujan (Raincoat); Arloji; Kaca mata hitam; Botol air minum min 2 liter air; Golok/pisau tebas; Gaiter; Bandana/sapu tangan/slayer; Webing.
2. Perlengkapan Tidur
Kupluk wool; Pakaian tidur; T-shirt; Training; Jaket/sweater; Kantong tidur; Sarung tangan wool; Kaos kaki tidur; Matras.
3. Pakaian cadangan
Pakaian dalam; T-shirt & Celana Panjang Lapangan; Celana Pendek; Kaos kaki cadangan.
4. Perlengkapan berkemah
Tenda; Fly Sheet; Ponco; Tali Plastik/tali pramuka; Koran bekas; Kantong kresek.
5. Perlengkapan Memasak
Kompor dan Bahan Bakar; Misting; Korek api dalam tabung Film.
6. Perlengkapan Navigasi
Peta Topografi; Kompas Bidik/orienteering; Douglas Protector/busur derajat; Altimeter.
7. Perlengkapan Alat Tulis
Pensil/Ballpoint; Buku catatan kecil.
8. Perlengkapan Makan dan minum
Piring; Sendok dan garpu; Mug plastik/alumunium; Pisau lipat multifungsi.
9. Perlengkapan mandi dan cuci
Sabun mandi; Sikat dan pasta gigi; Sampoo; Sabun Cuci dan Busa pencuci; Tisue gulung; Handuk.
10. Perlengkapan penerangan
Senter; Lilin; Lentera.
11. Perlengkapan P3k dan Obat-obatan pribadi
Plester; Obat merah/obat luka; Perban; Pinset; Peniti; Kapas; Obat gosok; Norit; Oralit; Obat penahan nyeri; Obat flu; Obat sakit kepala; Obat tetes mata; Obat Khusus.
12. Perlengkapan jahit
Jarum; Benang; Kancing; Gunting.
13. Perlengkapan survival
Mata kail; Cermin isarat; Luv/kaca pembesar; Pluit westle; Senar pancing; Batu pematik api.
14. Perlengkapan shalat
Sejadah; Sarung/mukena.
B. Makanan dan Minuman
1. Makanan Pokok
Beras; Havermoot; Roti; Mie instant; Sarden; Cornet; Sosis.
2. Makanan Ringan
Biskuit; Coklat Batang; Permen; Keripik; Kacang; Keju; Buah-buahan.
3. Penyedap Rasa
Kecap; Saos; Garam; Gula; Royco; Mentega.
4. Minuman
Teh; Susu bubuk/kental; Kopi; Sereal; Sari buah; Coklat bubuk; Minuman berenergi suplemen.

Dengan terbiasa kita membuat cheklist/ daftar perlengkapan atau peralatan ekspedisi artinya membiasakan diri untuk selalu siap dan sedia segala sesuatunya dalam rangka menghadapi suatu aktivitas, serta terbiasa mempersiapkan diri/ regu disesuaikan dengan berbagai jenis aktivitasnya. Yang dimaksud dengan report adalah pelaporan perjalanan/ perkemahan yang dibuat secara deskriptif yang memuat segala sesuatu hal yang ada kaitannya dengan kegiatan perjalanan atau berkemah, misalnya; laporan persiapan, pelaksanaan, kondisi perjalanan/ perkemahan, dll.

Dalam Pelaporan perjalanan/ perkemahan akurasi pelaporan haruslah diutamakan, pendukungnya antara lain :
a. Data Tertulis
Catatan kecil (notes) selama perjalanan; Bagan/tabel penguat data; Peta; Dan keterangan lain yang dianggap perlu.
b. Visual & Audio Visual
Foto atau sketsa perjalanan; Handycam, untuk merekam agenda yang dianggap mempunyai “bobot” penting selama acara berlangsung.

Dari sini kemudian kedua pendukung tersebut dapat diolah sedemikian rupa sehingga dapat dengan mudah dimengerti dan dipelajari oleh yang berkepentingan. Pada dasarnya kegiatan ekspedisi akan menimbulkan kesan yang mendalam kepada kita, akan memberikan pendidikan praktis tentang: kedisiplinan, kerja sama, saling menghormati antar individu, membiasakan diri untuk selalu waspada, membiasakan untuk selalu mengecek segala hal, dan yang terpenting dapat memelihara, menjaga serta melestarikan lingkungan hidupnya. Persiapan, perlengkapan, pembekalan, pengetahuan, keterampilan fisik dan mental adalah usaha untuk mencegah kemungkinan terjadi kecelakaan pada saat berkegiatan di alam terbuka. Nasib ada di tangan Tuhan namun demikian kita sebaiknya berusaha untuk menguasai pengetahuan dan keterampilan Teknik Hidup di Alam Bebas agar kita tidak menjadi korban sia-sia.
Diposkan oleh "Yuana Pratidina Bhakti Yojana"

Backpacking Alam Bebas

Secara sederhana, backpacking alam bebas adalah menjelajahi alam bebas dengan berjalan kaki, membawa semua items yang perlu di dalam ransel dengan cara misalnya tidur di alam bebas, minum dari cerukan mata air dan berjalan di segala jenis cuaca.

Pemandangan yang spektakuler
Perjalanan alam bebas dengan berjalan kaki adalah cara yang paling basic untuk menikmati perjalanan petualangan alam bebas dan suatu kesempatan emas untuk menambah kesadaran hidup di alam bebas. Anda juga bisa langsung menikmati pemandangan-pemandangan yang luar biasa yang terkadang membuat anda menarik napas panjang karna kagumnya. Sesungguhnya banyak sekali tempat-tempat indah di belahan dunia ini yang hanya bisa dilihat dan dinikmati hanya dengan jalan kaki. Banyak sekali perjalanan gaya backpacking alam bebas sejak 12 tahun yang lalu telah memberikan saya banyak momen yang sulit dilupakan, dan beruntunglah saya karna masih banyak lagi tempat-tempat yang fantastis yang ingin saya kunjungi dan pemandangan yang spektakuler untuk dinikmati.

Persiapan yang cermat
Sebelum anda mengarahkan perjalanan kea lam bebas, ada baiknya luangkan waktu dulu untuk menyiapkan perjalanan anda. Persiapan yang cermat dan matang merupakan hal yang esensial bagi semua perjalanan alam bebas agar dapat berhasil dan aman. Ambil waktu untuk membaca seluruh informasi mengenai tempat yang Anda tuju dan nikmati/bayangkan tempat itu seperti apa.

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipersiapkan :

Peralatan utama backpacking alam bebas.
Pastikan anda memiliki peralatan backpacking yang memadai untuk perjalanan alam bebas. Saat backpacking, bawa barang yang benar-benar diperlukan. Buatlah checklist barang apa yang perlu dibawa. Pikirkan bagaimana supaya bisa seefisien mungkin.

Jangan memindahkan isi rumah ke dalam ransel.
Perencanaan merupakan satu langkah penting sebelum memulai perjalanan backpack alam bebas. Cek apakah peralatan berkemah anda dengan seksama untuk memastikan kelayakan dan kualitas-nya. Dari situ mungkin anda perlu ke toko outdoor untuk melengkapi peralatan yang kurang. Biasanya petugas di toko outdoor bisa menjadi konsultan dan memberikan rekomendasi yang terbaik buat anda. Peralatan standar yang dibutuhkan di sini adalah :

* Tenda, sebab tenda merupakan rumah kita selama perjalanan
* Sleeping Bag, menjamin kita bisa tidur nyaman dan nyenyak di malam hari.
* Ransel/Keril, untuk membawa seluruh peralatan backpacking kita.
* Peralatan Masak, untuk kegiatan alam bebas, adalah satu set alat masak outdoor untuk memenuhi kebutuhan memasak dalam perjalanan.

Peralatan khusus backpacking alam bebas.
Usahakan untuk mengerti betul medan jelajah yang akan dilalui, sehingga tahu item apa saja yang perlu dibawa. Misalnya kacamata Sunglass dan salep sunscreen tidak terlalu kritikal jika kita berjalan di dalam hutan. Namun akan menjadi esensial keberadaannya jika kita menyusuri pantai sepanjang hari atau di daerah dataran tinggi yang terbuka untuk mencegah kulit terbakar matahari (sunburn). Untuk itu selalu usahakan peralatan backpacking yang terbaik yang dapat anda usahakan. Peralatan berkemah ala backpacker anda dapat membuat perbedaan gagal dan suksesnya perjalanan backpacking. Agar tidak lupa, gunakan checklist.

Pakaian backpacking alam bebas
Pakaian backpacker merupakan salah satu faktor dalam persiapan backpacking alam bebas. Intinya gunakan pakaian dan sepatu yang cocok untuk medan dan kondisi cuaca yang bakal dihadapi. Tentu saja cuaca tidak bisa dipastikan, namun secara imperative anda akan menyiapkan situasi yang tidak pasti tadi. Menjadi basah dan dingin akan menimbulkan backpacker menghadapi masalah-masalah untuk survive di alam bebas. Pakaian yang cocok adalah yang cukup hangat dan kering namun memberikan ventilasi udara yang cukup. Demikian untuk sepatu biasanya dipilih yang cukup nyaman dan durable. Apalagi untuk jalan jauh. Sekali lagi cobalah untuk mampir ke took outdoor, anda akan lihat banyak pilihan di sana, makin banyak pilihan, makin baik untuk anda. Konsultasi juga dengan petugas outdoor untuk mencari tahu kelebihan dan kekurangan masing-masing item tersebut.

Belajar baca peta dan kompas
Tak seorangpun akan menjalani backpacking alam bebas tanpa membaca peta dan kompas terlebih dahulu. Navigasi merupakan keahlian yang diperlukan bagi semua penggiat alam bebas. Baik menggunakan atau tidak menggunakan kompas atau peta sekalipun, untuk keamanan anda sendiri di alam bebas, anda perlu memiliki kemampuan untuk menentukan posisi anda di suatu tempat dan menemukan jalan anda menuju titik/tempat yang anda sedang tuju. Intinya adalah “Keep yourself oriented” sehingga tiap saat anda dapat menunjukkan dimana sebenarnya anda berada. Jika anda bawa peta kontur, selalu bandingkan apa yang anda lihat di peta dengan sekeliling anda. Jadi kombinasikan navigasi “alam” anda dengan navigasi dari teknologi yang anda miliki (kompas atau GPS sekalipun).

Nikmati Perjalanan alam bebas yang aman
Selalu ingatlah akan pesan ini, yaitu bahwa perjalanan alam bebas anda akan lebih aman dan memberikan anda lebih banyak kenikmatan jika anda paham betul pengetahuan dasar mengenai navigasi alam bebas, baik itu menggunakan atau tidak menggunakan alat navigasi sekalipun.Di dalam perjalanan nanti, jangan heran jika anda menghadapi banyak yang di atas kertas anda telah rencanakan, ternyata anda terkaget-kaget saat di lapangan. Banyak hal yang tidak terduga, namun di situlah anda di dewasakan dan selalu mendapat pelajaran dan nilai-nilai baru yang akan memperkaya pengalaman batin anda dari cuman sekedar hobi backpacking alam bebas.

Selamat berpetualang!

Tehnik Menaksir Tinggi

Tehnik Menaksir Tinggi

Metode yang dipergunakan dalam menaksir tinggi ada bermacam-macam sesuai dengan kondisi yang ada. Untuk metode penaksiran tinggi dapat diberikan sebagai berikut :

1. Metode Setigiga


Keterangan :

X = Tinggi yang ditaksir

C = Tinggi tongkat

A = Jarak tongkat dan tinggi yang diukur

B = Jarak tongkat dan pengamat



Rumus perhitungan



X = C (A+B)

B

Dapat pula dilakukan dengan metode segitiga berikut :

Rumus :

X = A

Keterangan :

X = Tinggi yang ditaksir

A = Jarak dengan pengamat



2. Metode bayangan

Dapat dilakukan apabila ada sinar matahari dan keadaan memungkinkan.


Keterangan :

A = Tinggi tongkat

B = Tinggi yang ditaksir

A’= Bayangan tongkat

B’= Bayangan tinggi yang ditaksir





Rumus :

B = D x A

A




Penulis : Kakak Drs. Ringsung Suratno, M.Pd

MENCARI AIR

Bagi seorang pengembara, seperti Pramuka yang sedang melakukan kegiatan pengembaraan, jika persediaan air yang dibawa mulai menipis atau bahkan habis, maka ia harus menjaga agar tubuh tidak mengeluarkan cairan yang berlebihan.

Caranya adalah sbb :

1) Bernafas melalui hidung secara teratur.

2) Mengurangi berbicara.

3) Mengurangi gerak yang berlebihan

4) Banyak istirahat

5) Tidak merokok dan minum minuman berakohol

6) Berteduh di tempat yang rindang

7) Tidak makan makanan kering ataupun berlendir

Air yang langsung dapat diminum :

1) Tampungan air hujan.

2) Air dari dalam tanaman.

Air yang harus dimurnikan terlebih dahulu :

1) Air yang tergenang

2) Air dari sungai

3) Air dari menggali tanah atau pasir

Beberapa cara untuk mendapatkan air :

1. Dari tanaman atau pohon seperti pisang, rotan, bambu muda, kantung semar, enau, nipah, umbi-umbian, akar-akaran, pakis, kaktus, kelapa.

2. Mengumpulkan embun pagi dengan menggunakan saputangan bersih.

Caranya, resapkan pada tumbuhan yang berembun lalu peras ke dalam tempat minum.

3. Tanah batu

§ Tanah kapur lebih banyak mata airnya, sebab kapur mudah dilarutkan sehingga terbentuk saluran air.

§ Sepanjang dinding lembah yang memotong lapisan berpori.

§ Pada daerah berbatu granit. Carilah bukit berumput hijau, kemudian galilah.

4. Tanah gembur, di tanah gembur air mudah di dapat. Carilah daerah lembah, karena permukaan air dekat dengan permukaan tanah.

5. Kondensasi Tanah-Pohon atau Penyulingan Air.

Kondensasi yaitu dengan adanya perbedaan suhu antara tanah dengan pohon, kita dapat memperoleh air murni yang merupakan hasil proses kondensasi, diperlukan alat yang sangat sederhana, yaitu plastic dan tali pengikat.



Cara Penyulingan :

1. Carilah pohon yang sehat dan bersih, lalu carilah dahan ranting yang mudah dicapai dan masukkan plastic (jangan bocor) kemudian ikat dengan tali atau benda apa saj. Keadaan tersebut akan menyebabkan terjadinya proses penguapan air minum.
2. Carilah pohon yang bersih dan timbuhnya di atas tanah yang tidak berbau. Galilah tanah sehingga membentuk cekungan, tapi jangan terlalu dalam dari tempat pohon tumbuh. Masukkan plastic dan atur sedemikian rupa agar air terapung dengan baik. Lalu ikat ujungnya (hingga menutupi seluruh tanaman) dan gantung pada batang kayu yang disangga dengan baik. Cara ini akan menyebabkan terjadinya penguapan yang menghasilkan air.

TANDA – TANDA ALAM

Pramuka adalah juga pecinta alam lalu saking cintanya maka harus mengenal tentang alam dan tanda-tandanya. Berikut pengenalan alam sekitar kita yang sering kita temui saat berkemah :

1. Kabut

Kabut tipis dan rata membumbung tinggi ke atas berarti kurangnya uap air di udara dan brtanda cuaca akan selalu baik.Cuaca terang benderang pada pagi hari bertanda buruk pada hari itu, apabila kemarin ada hujan.Langit yang ditutupi awan kemudian meulai terang pada pagi hari bertanda cuaca baik.Apabila ada kabut di atas lembah pada pagi hari bertanda cuaca baik, sedang di gunung akan turun hujan.

2. Awan

Apabila langit diliputi awan yang tebal dan gelap berarti akan turun hujan yang deras.

3. Matahari

Apabila matahari terbit berwarna merah dan diliputi garis-garis awan yang kehitaman bertanda ada hujan, apabila berwarna bersih dan terang dan bertanda hari baik. Matahari terbit dengan warna kemerah-merahan yang terang bertanda cuaca baik, apabila warna merah dicampuri garis kekuning-kuningan bertanda hujan lebat.

Apabila matahari terbenam dengan warna kekuning-kuningan/orange bertanda ada hujan, apabila dengan warna merah muda atau kekuning-kuningan bertanda baik, warna merah pada matahari terbenam berarti akan ada angin yang cukup kencang.

4. Bintang

Apabila pada malam hari bintang di langit kelihatan terang sekali, maka pada malam itu cuaca akan baik, sedangkan bila nampak suram bertanda cuaca kurang baik/buruk.

5. Bulan

Apabila terlihat terang dan bersinar berarti cuaca baik, tapi bila bulan diliputi awan yang gelap berarti hujan akan turun.

Apabila ada lingkaran putih (halo) yang melingkari bulan berarti tidak ada ketentuan cuaca pada hari itu.

6. Binatang

Apabila kita perhatikan naluri binatang dengan seksama, yang ada hubungannya dengan cuaca maka, kita akan tercengang atas keganjilan-keganjilan yang dilakukannya dengan cara mereka, antara lain :

1. Laba-laba

Akan bersembunyi bila cuaca akan buruk, dan rajin mengerjakan sarangnya apabila cuaca baik.

2. Semut

Akan tetap di dalam lubangnya bila cuaca akan buruk, apabila mereka keluar dan berjalan mondar-mandir bertanda cuaca akan tetap baik.

3. Lebah

Dengan melihat sarangnya; pada cuaca baik, mereka berterbangan jauh dari sarangnya/peternakan.

4. Lalat

Apabila akan turun hujan mereka akan hinggap di tembok/dinding, sedangkan pada cuaca baik mereka akan berterbangan kian kemari.

5. Nyamuk

Apabila di pagi hari mereka mengganggu atau menggigit kita, maka berarti akan turun hujan.

Apabila pada matahari terbenam berterbangan kian kemari dan terbang berduyun-duyun bertanda cuaca baik.

Apabila selalu terbang di tempat yang gelap/ di dalam bayang/bayang bertanda cuaca akan buruk/datang hujan.

6. Cacing

Apabila pada malam hari mereka menimbun tanah berbutir-butir di kebun, berarti akan turun hujan.

7. Lintah

Kita dapat membuat barometer dari seekor lintah yang ditaruh dalam gelas berisi air, yaitu : Bila lintah melekat pada gelas di atas permukaan air, maka bertanda cuaca akan tetap membaik ; Apabila ia berdiam di dasar gelas bertanda cuaca buruk dalam waktu yang lama ; apabila akan datangtopan maka ia akan melekat erat-erat di gelas sedang ekornya digerak-gerakkan sekeras-kerasnya.

8. Siput

Pada cuaca yang baik akan merayap dengan tenang, sedang pada cuaca buruk akan merayap dengan cepat.

9. Ikan

Akan melompat-lompat di atas air bila cuaca akan buruk.

9. Katak

Pada cuaca buruk akan berdiam dalam air dan pada cuaca baik mereka akan duduk di tepi kolam.

Apabila pada malam hari cuacanya baik di musim kemarau mereka tidak menyanyi maka cuaca buruk akan datang.

10. Ayam

Pada waktu hujan ayam akan berteduh. Bila hujan tidak akan lama mereka akan tetap berjalan-jalan dan membiarkan dirinya kehujanan. Apabila mereka selalu mencakar-cakar tanah berarti hujan akan datang.

11. Bebek / Angsa

Mereka nampak tidak senang dan selalu menggigit bulunya (memberi lemak), apabila cuaca akan buruk.

12. Burung Kepinis

Pada waktu cuaca baik mereka akan terbang tinggi sekali karena serangga tinggi pula terbangnya.

Apabila terbang rendah sekali bertanda cuaca buruk akan hujan.

Bila cuaca buruk di pagi hari maka mereka tidak akan keluar dari sarangnya.

13. Kambing

Apabila akan turun hujan bau badannya dapat tercium dari jarak yang lebih jauh daripada ketika cuaca baik.

14. Kelelawar

Mereka akan terbang mulai senja hari bila cuaca akan baik pada malam hari itu.

Bila mereka berdiam di dalam goa maka cuaca akan buruk.

15. Asap

Bila asap naik dengan tegak lurus dan tinggi sekali maka cuaca pada hari itu akan tetap baik. Apabila asap naiknya mendatar dengan tanah/rendah maka cuaca akan buruk.Burung

16. Gagak

Apabila hujan akan turun mereka akan terbang berputar-putar di atas sarangnya.



Tanda-tanda lain apabila cuaca akan buruk :

1. Kucing akan duduk membelakangi api sambil mengusap-usap kepalanya dengan kaki depannya yang dibasahi dengan mulutnya.

2. Bila anjing menggali tanah atau menyembunyikan tulangnya.

3. Burung-burung membasahi bulunya dengan paruhnya.

4. Bila bau bunga tercium semerbak sekali.

5. Burung-burung laut terbang menuju daratan.

Dengan mengenali tanda tanda alam dan sekitar kita, akan terasa jadi lebih dekat dan nyaman sekaligus menikmati alam ciptaan Tuhan . Semoga bermanfaat di suatu hari nanti.